Konser Metal Rasis Dari Ki Gendeng Pamungkas

Musik metal, yang terbenak di dalam diri kita jika mendengar genre musik tersebut yaitu bising, berisik, rusuh, namun jika dilihat dari sisi yang lain ada nilai positifnya, yaitu solid/kompak. Ya, karena aliran yang sudah ada sejak era 70an ini bisa dibilang faktor kekompakan yang sudah lama dan membuat eksis di era sekarang.

Sebutlah pagelaran musik metal terbesar di indonesia Hammersonic yang pernah menggelar acaranya tanpa dukungan sponsor namun tetap bisa berjalan, pada bulan mendatang tepatnya bulan Mei akan diadakan perhelatan musik metal yang diprakarsai oleh paranormal Ki Gendeng Pamungkas [KGP], ‘Brutalize in The Darkness’ adalah nama konser metal yang digelar di Stadion Padjajaran Bogor pada 10 Mei 2015. Dalam poster flyernya ada nama-nama besar band dari ranah metal, seperti Burgerkill, Down for Life, Seringai, Kedjawen, Dajjal. Hingga pengisi dari luar negeri seperti Gorgoroth band black metal Norwegia dan band metal Belanda Disavowed.

Seru sih jika melihat line up dari musisi metal yang akan tampil, tapi apa lacur ketika isu yang beredar di masyarakat mengenai acara ini ialah masalah ras. Dalam laman facebook KGP yang beredar di internet, tertulis “Ada 50 kaos anti-Cina untuk kalian dan akan diserahkan 10 Mei 2015 di Stadion Pajajaran Bogor. Kabar ini akan dihapus 10 Maret 2015 pk.00:00!!! Tks,” meskipun saat ini tulisan tersebut sudah tidak ada lagi karena sudah dihapus.

Tulisan yang jelas berbau rasial terhadap ras tertentu ini menimbulkan kemarahan bagi semua publik ataupun para musisi. Publik juga sudah menginginkan pemboikotan konser metal tersebut. Sudah hampir 3500 orang yang sudah berpartisipasi untuk menandatangi petisi yang ada pada laman www.change.org tersebut. Bukan angka yang main-main untuk sebuah konser metal. Dari musisi yang tampil tercatat sudah 3 nama yang mengundurkan diri dari perhelatan tersebut, Burgerkill, Seringai, dan Down for life, entah beberapa nama lagi yang akan mengikuti jejak band tersebut.

“Petisi ini berlaku pula kepada para seniman musik di antaranya band band metal/rock/underground untuk MENOLAK KGP SEKARANG JUGA yang telah mengganggu stabilitas negara,” tulis Donny Anggoro, nama dari pencetus petisi tersebut. Bukan cuma itu saja, dirinya juga menuntut agar KGP diseret ke pihak berwajib. “Kami menuntut kepada institusi/lembaga terkait HAM terutama negara untuk menyeret KGP ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya meracuni anak-anak muda dengan menyebar pesan kebencian/rasisme,” sambungnya.

Jelas sudah kalau sebagai musisi dan publik juga tidak menginginkan hal-hal yang berbau rasial, entah dari etnik apapun karena semua berada dalam Bhineka Tunggal Ika, dan ketika berbicara masalah solidaritas, pasti akan kompak terhadap hal yang seperti ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*